search in the blog

Translate

Sabtu, 07 Agustus 2021

Grateful for Everything

Ada sebuah kisah yang sudah terjadi di masa lampau

Perjalanan yang panjang dan mungkin melelahkan

yang menguras fisik dan mental

Namanya kehidupan, pasti gak jauh dari masalah


Aku dalam sebuah perahu, mengarungi lautan yang pasti ada gelombang

Sesekali datang badai

Meskipun kadang capek, lelah atau frustasi, 

Harapan itu tetap ada


Hati-hati

Harapan berbeda dengan ambisi

Ambisi yang ada, jika pupus maka hancurlah 'dia'

Harapan yang ada, jika pupus maka tumbuhlah harapan yang lainnya


Hati-hati dengan rasa iri

Takutnya malah sakit sendiri

Tanamkan saja bahwa rezeki itu sudah diatur dan tak akan tertukar

Sudah hak masing-masing 


Kakiku melangkah terus bergerak maju

Jantung terus berpacu

Apakah aku tertantang untuk menyelesaikan ini, dan siap menghadapi masalah baru?


Kini tugasmu adalah untuk lebih tangguh lagi, lebih sabar lagi dan lebih ikhlas lagi.

Kalau usaha sudah dilakukan, waktunya untuk pasrah

Tidak semuanya bisa dikendalikan oleh kedua tanganmu

Cukuplah ada secercah harapan dan panjatan doa


Hai, suatu 'masa'

Aku jadi tahu kalau sebaiknya untuk tidak mengatakan 'ini pasti akan berlalu'

Karena di saat itu, berat. 'Mereka' akan merasa waktu berjalan begitu lambat atau seolah berhenti


Kisah tiap orang memang berbeda-beda, prosesnya, hambatannya dan apa yang berkesan juga beda-beda. Bahkan suatu kejadian yang sama bisa dihaturkan berbeda-beda oleh setiap orang dari sudut pandang yang berbeda-beda.

Tidak semua orang mengerti, tidak semua orang bersimpati dan setiap orang punya masalahnya masing-masing. 

Ah, mari bersyukur atas apa yang terjadi dan bersiap untuk 'kejutan' di masa yang akan datang

Rabu, 30 Juni 2021

Pengalaman Jalan-Jalan ke Bukit Cinangkiak, Danau Singkarak, Bukittinggi dan Kawasan Wisata Kuliner Padang Panjang

 Minggu, 20 Juni 2021

Berawal dari kegabutan, dan tiba-tiba aja berencana ke luar kota. Semua mengiyakan, lalu berangkat!

Kami pergi berlima : A, B, C, D dan F (btw ini beneran inisial awalan nama kita hihi).

Selama dijalan kami masih bingung sebetulnya mau kemana tujuan pastinya, terlalu banyak tujuan yang ingin dituju namun dengan waktu yang terbatas. Niatnya sih refreshing juga HAHA. Berangkat jam 10.00, cukup siang untuk perjalanan berwisata keluar kota. Akhirnya mobil kami menuju ke arah Solok. Melewati Tanjakan Sitinjau Lauik yang terkenal itu. Terkenal karena memiliki medan yang cukup menantang. 

Sempat isi bensin, dan ada yang jual Strawberry. Sekotak 20rb. Rasanya manis dan yah langsung dicemilin saat itu juga hihi.

Sesampainya di Solok, masih dilema apakah mau ke agro wisata sawah solok atau ke Bukit Chi Nang Kiek/Cinangkiak. Melihat sawah-sawah di Solok 'sepertinya' lagi dipanen, "Ah sepertinya kita ke Bukit Cinangkiak saja". Maka berangkat lah kita. Mengandalkan google maps as always. Wisata ini masih baru. Menjadi daya tarik karena ada berbagai wahana wisata dan tempat foto yang kekinian. Tentu saja kami penasaran. Karena sesampainya disana, wah ramai sekali! Sangat sulit untuk cari parkir dan kurang teratur aja. 

Rada was-was saking ramainya, bismillah sudah keburu sampai disana. Patuhi prokes juga ya! Saat itu matahari berada tepat dibawah kepala. Tapi melihat senyum dan tawa pengunjung yang antusias sepertinya rasa panas sudah terabaikan. Kami ABCDF tidak berlama-lama disana. Mungkin lain waktu akan berkunjung, kami akan mencoba wahana yang ada. 


Dari kejauhan, sudah terhampar luas panorama Danau Singkarak. Wah! harus bgt nih ke Danau Singkarak. Segeralah menuju kesana, sekalian cari makan. Ah! mari kita makan sambil menikmati view Danau dari tepian. Melajulah mobil ke Wisata Dermaga Danau Singkarak. Sempat memutari wisata dermaga yang merupakan kerjasama antara pemerintah Solok dengan BRI, akhirnya kami memutuskan untuk 'menelusuri' Danau Singkarak, sambil cari makan ke arah Singkarak-Bukittinggi. Perjalanan sangat mengasyikkan hihi.

Oiya, ada event tahunan yang diadakan di Danau ini lho. Namanya Tour de Singkarak. Acara ini merupakan ajang balap sepeda bertaraf internasional dan terbesar di Indonesia. Rasanya selama melintasi jalanan sepanjang Danau, mikir "Enaknya bawa sepeda terus sepedaan disini, haha". 

Awalnya kami berniat mau ke RM Padang alias Ampera, tapi pada akhirnya kami berencana akan makan Nasi Kapau saja pas ke Bukittinggi.  Akhirnya kami makan ayam penyet. yeay! Lalu singgah ke masjid untuk sholat dzuhur. 

Next ke Bukittinggi, lewat Padang Panjang dulu. Sempat lewat ke kawasan wisata kulinernya. "Ah harus kesana nih, soalnya dulu aku hampir setahun yang lalu (Juli 2020) udah lewat sana tapi gajadi". Di jalan sempat ke Bika Ambon "Mariana". Bika ini legend lho. Harganya Rp. 3000 per pcsnya. Rasanya enakkk. Lebih enak dari yang pernah ku coba di Padang. 

Sampai ke Bukittinggi sedikit macet sih, tapi gak parah. Akhirnya sampai ke Bukittinggi, mampir ke masjid buat sholat ashar lalu langsung ke Pasa Ateh Bukittinggi. Pasa ateh ini pasar modern loh, keren.


 C berencana membeli jilbab karena pas di Danau Singkarak jilbabnya hilang gatau kemana hihihi. Tapi memang dasar, niat beli jilbab ujung-ujungnya C dan F beli barang lain juga. Biasalah ahaha! disini ada pertunjukan asik dalam tawar menawar. Untung si C bisa bahasa Minang, dapet murah deh. Next we went to pasar tradisionalnya, sekaligus ke kawasan terkenal dimana nasi kapau dijual. Kami ke Nasi Kapau Uni Lis. Seporsinya 30rb. Kebetulan aku milih ayam bumbu. Dimana selain lauk utama ayam bumbu aku dapat tambahan lainnya seperti tambunsu, sayuran dan sejenis singkong kering gitu. Ah pas banget ga pernah nyobain tambusu. Tambusu itu usus sapi yang diisi telur dan tahu. Hm unik juga. 

Sudah kenyang? lanjut belanja lagi HAHAHA. Tak lupa selalu berfoto di Jam Gadang. Menjelang maghrib akhirnya kami singgah ke masjid dahulu. Lalu? tentu saja ke Kawasan Wisata Kuliner Padang Panjang YAY. 

Rame sekali, dan ada berbagai pilihan makanan. Aku sih ingin mencoba makanan legendnya haha. Roti Tenong. Roti dan pisang yang digoreng dengan telur alu diberi keju, meses coklat dan susu. Hm karena ini legend dan rame bgt antriannya lama, mari kita coba! So far dari aku sendiri kurang suka, karena yah berminyak bgt. Tapi banyak juga temenku yang suka. Next kita beli Singkong Meledak, Donat deket Ampera tanpa nama dan peregede. Singkong Meledak, Donat deket Ampera tanpa nama, Ampera tanpa nama ini rame bgt loh. Kami aja ga kebagian donatnya, sisa 2 haha. Ampera tanpa nama kita ga nyoba karena sudah kenyang. Oiya, A sempat mencoba sate yang sudah ada semenjak 1900an. Katanya sih enak! Mengenai peregede, itu sebenarnya sejenis perkedel mini. Harganya 500 per pcs nya. 

Setelah perut kenyang dan merasa sehat sentosa, akhirnya kami pulaang! yeay

Syukur bgt rasanya kalo jalanan ga macet-macet bgt. Diluar dugaan kami yah, biasanya hari Minggu itu jalanan rame dan macetnya bisa berjam-jam. Ternyata ngga.

Ditunggu cerita selanjutnya yaa! rasanya ingin eksplore ke berbagai tempat wisata di Sumatera Barat. Yok jalan-jalan kesini^^

Pengalaman Jalan-Jalan ke Bangka Belitung - Edisi di Pulau Belitung (2)

Kamis, 5 November 2020

Mari bermain air yeay! tujuan kali ini ke pulau Lengkuas dengan mercusuar sejak 1882, wew.

Sebelum ke pulau Lengkuas kapal kami melewati Pulau Batu Garuda. Dinamakan Garuda karena pulau ini terdiri dari beberapa batuan granit yang membentuk formasi serupa kepala burung Garuda. Jangan lupa untuk mengambil foto karna merupakan salah salah ikon wisata Belitung!

Airnya jernih dan selama perjalanan kami melihat banyak batu putih berukuran besar. 

Tak lama, sampailah kami ke pulau Lengkuas. Wah luar biasa sih! pesonanya. Hal yang pertama dilakukan adalah melihat mercusuar khasnya pulau Lengkuas dari dekat, minum es kelapa muda, berfoto ria serta main air. 

Sempat iseng nyicip airnya, ternyata air disini tidak terlalu asin dan tidak terlalu lengket lho! 
Jangan lupa foto diantara dua batu ini dengan view mercusuar Pulau Lengkuas!

Uniknya, kami sempat ketemu biawak dan anaknya disana haha. Hati-hati yaa! 

Oiya sinyal disana lancar loh 4G internetan buat ngezoom lancar jaya!

Tak lupa setelah dari pulau lengkuas, kapal kami menuju ke lokasi dimana biasanya ikan-ikan di beri makan oleh pengunjung. Makanannya ada biskuit dan banyak dijual disekitaran sana (bisa dibeli sebelum menyebrang yaa) 
Next, balik dari pantai. Dalam keadaan lelah dan lapar saatnya kita makan! Jangan lupa untuk ke RM Belitong Timpo Duluk. Makan di suasana ala ala Belitung tempo dulu. 
  • Varian makanannya sangat banyak, 
  • rasanya enak,
  • harganya terjangkau, 
  • dan disajikan secara tradisional. 
Unik sekali hihi! Worth to try lah. 
Selain wisata kuliner, yang suka foto-foto nih bakalan tertarik kesini.
Nasinya dibungkus daun. 
Ah sayangnya karena terlalu lama aku mengupload ini jadi lupa pesen apa aja :(  
Yang harus dibeli sih, tentu saja otak otaknya! enak bgt. 
Sudah kenyang, dan masih ada waktu? mari kita manfaatkan ke Pantai Tanjung Tinggi. Pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit karena pantai ini merupakan lokasi syuting laskar pelangi loh! disini ukuran batu nya lebih besar lagi hahaha. Jadi tersadar kita sebagai manusia ini gak ada apa-apanya. 
Arus air di pantai ini cukup deras, dan sesuai hasil observasiku *cielah airnya lebih asin dan lebih lengket dikulit dibanding pas di pulau Lengkuas.

Destinasi ini menjadi akhir dari tujuan kami di saat itu. Saatnya kembali ke rutinitas!
Ah berkesan sekali berkunjung ke Bangka Belitung 💓 semoga keindahannya tetap terjaga dan wisatanya dikelola semakin baik lagi. 

Jumat, 02 April 2021

Pengalaman Jalan-Jalan ke Bangka Belitung - Edisi di Pulau Belitung (1)

   Stay calm and read ~  this is would be a long script because it was a long journey.


Selasa, 3 November
Perjalanan di mulai dengan penerbangan jalur udara, mendarat di Bandara Hananjoeddin Tanjung Pandan. Perjalanan dengan pesawat, ditempuh dengan durasi 30 menit dengan pesawat Wings Air atau 45 menit dengan NAM Air. Lalu segera menuju hotel. Hotel yang telah kami reservasi berada di pusat kota. Tepatnya berada di Grand Hatika depan pantai Tanjung Pendam. 
Saat itu lumayan sepi karena gerimis. Tapi karena jiwa berpetualang ini udah membuncah jadilah kita tetap ke pantai Tanjung Pendam, pake payung haha. Disini banyak sekali tempat makan, sayangnya karena saat itu sepi jadi banyak yang tutup. 
*Pas besok malem balik kesini lagi cari makan, dan ramai juga!*
Malemnya cari makan sambil melihat suasana kota di malam hari hohoho. Ke pusat kota di bundaran Satam Square Belitung dan titik nol km Belitung, sekalian foto-foto dan hunting foto. Fyi, Satam atau batu satam itu batu khas belitung. Katanya batu ini terbentuk dari reaksi tabrakan meteor jutaan tahun lalu. Tersebar ke beberapa belahan dunia salah satunya di Belitung. Kemudian batu ini bereaksi dengan Timah yang ada di Belitung. Hal ini membuat batu Satam cukup langka dan harganya mahal. 
 
Oiya, ga ke Belitung kalau tidak mencoba mie Belitung. Mie Belitung Atep yang melegenda dan sudah ada semenjak tahun 1973. Sangat worth untuk dicoba. 

Mie kuning dengan kuah udang, timun, emping melinjo, tahu, dan tentu saja udangnya. Penyajiannya cukup unik dan autentik, karena menggunakan daun Simpor. Harganya pun cukup terjangkau! Rasanya sudah pasti enak. Pas bgt di lidah. 
Di mie Atep ini juga jual kepiting isi! cocok dimakan bersamaan dengan mienya. Rasa kepitingnya masih sangat terasa. Ya iya, daging kepiting didalam cangkang kepitingnya, lalu digoreng. Biar afdol minumnya es jeruk koentji khas belitung. Ah mantap!

 

Rabu, 4 November 2020
The next day, its the show time! We have to go outside
Eh tapi sarapan dulu! sarapan di hotel.                                
hari itu menjadi hari yang sangat panjang! hihi karena kita ke banyak tempat. Alhamdulillah saat itu cuma ada 1 jadwal kuliah doang! jadwal tutorial hahaha. Voila! akhirnya kuliah di perjalanan. Walaupun terkadang gak ada sinyal sih :( kalo gitu jadi sedih gak disemua tempat sinyal untuk internetan bagus. 
           
Tujuan pertama ke Replika Sekolah Laskar Pelangi dulu! masuknya cuma Rp. 5000 aja. Saat itu yang datang cuma rombongam kami aja. Tidak ada lapak atau warung yang buka. Ini dia penampakannya :
  
  
Ya, Replika! loksinya bahkan terletak di perbukitan yang cukup jauh dari pantai ataupun laut. Pake pasir putih pantai lho. Jadi pasir pantainya "diimpor" ke sini hehe. Masih seperti di filmnya sih. Tak lupa untuk mengambil foto dan berpose ria HAHA. Mendadak narsis ceritanya kalo udah di tempat wisata. 
Jangan lupa masuk ke ruang kelasnya. dan jangan bertanya-tanya mengapa saya tiba-tiba kepikiran untuk foto seolah-olah sedang mengangkat tangan ingin menjawab pertanyaan guru. Itumah saya sendiri pun bingung hahaha. 
 
Next, setelah puas foto-foto kita keluar lagi dan ahaa! nemu spot keren. Rerumputan ala ala disavana sih kami menyebutnya. Aku tak berani nekat foto terlalu jauh di tengah-tengah karena tentunya akan menginjak rerumputan tsb. Akhirnya mengambil pijakan yang "sepertinya ini sudah sering dipijaki". 
 
Next, didepannya ada tempat wisata juga! tempat wisata ini terbilang baru. Namanya dermaga Kirana Gantong atau sering disebut rumah keong. Sangat pas untuk yang ingin foto-foto estetik di antara rumah keongnya ataupun menikmati pemandangan hamparan danaunya. 

Sudah puas menikmati pemandangan, saatnya kita ke museum Kata Andrea Hirata. Itu lho! penulis novel Laskar Pelangi. Museum ini merupakan museum sastra pertama di Indonesia. Yah sesuai dengan judul novelnya yang amat tersohor. Desain museumnya berwarna-warni. Kalo jaman sekarang sih sebutannya instagrammable. Selain desain interiornya kekinian dan instagrammable, banyak juga spot yang bersifat jadoel lengkap dengan barang-barang antiknya. Sangat berseni tinggi. 

Karena sudah siang dan perut sudah keroncongan, saatnya istirahat! makan sekalian sholat. Tepatnya di Rm. Kampong Ulin Gantong. Rumah makan ini unik sekali. Ada spot foto-foto nya juga bagi yang mau. Berhubung kami sudah puas berfoto jadilah kita makan saja. 
Kalo kesini cobain minuman jeruk satu ini, bedalagi sama jeruk kunci mie atep. Ah sayangnya aku lupa namanya apa T_T